Lampung Utara, Lensalampung.co – Lantunan doa doa menuju kesejahteraan dan kemakmuran, dikumandangkan Pondok Pesantren Walisongo dengan menggelar Manakib Kubro Zikir bersama Ribuan masyarakat Kabupaten Lampung Utara maupun di daerah lain. Minggu 4 Oktober 2026 malam.
Pimpinan Pondok Pesantren Walisongo Drs. H. M. Nurullah Qomaruddin, AS., M.H., menjelaskan, Manakib Kubro dan Zikir bersama ini di laksanakan untuk memanjatkan doa selamat, kemakmuran dan kesejahteraan untuk Masyarakat Lampura.
“Zikir bersama ini di pimpin langsung oleh KH. Taufiqurrahman Muzzaki dan Nyai Luthfi Helmiyatin S.Pd.I dari Jember Jawa Timur. Juga di hadiri Pak Bupati. Dandim Kapolres atau yang mewakili dan jemaah lainya.” Jelas Hi.Qomarudin.
Pada momen ini, jamaahnya yang hadir didominasi dari Lampung Utara, namun ada juga yang hadir dari luar Kabupaten. Dengan undangan tersebar sekitar 3000-4000 jamaah.
Selain menggelar Manakib Kubro Zikir Bersama lanjut Qomaruddin, pihaknya juga membagikan 300 Paket sembako bersama uang santunan kepada orang-orang yang tidak mampu.
“Doa bersama ini untuk keselamatan nusa bangsa dan negara juga keselamatan bersama, agar dihindari dari balak dan berbagai musibah Khusus untuk Lampung Utara agar aman damai dan sejahtera. Semua kita persiapkan makan secara gratis,” ucapnya.
Dikesempatan yang sama, Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis, mengatakan, malam yang indah ini bukan hanya karena kita dipertemukan dalam sebuah majelis ilmu, tetapi karena pada malam ini kita dipertemukan oleh pengajian dzikir, disatukan oleh silaturahmi, dan didekatkan oleh rasa syukur kepada Allah SWT.
“Ada dzikir yang kita lantunkan. Ada manaqib yang kita dengarkan. Ada ilmu yang kita renungkan. Dan ada rasa syukur yang kita panjatkan. Semua itu menjadi satu rangkaian yang mengajarkan kepada kita bahwa hidup akan terasa indah ketika ilmu, ibadah, silaturahmi dan rasa syukur berjalan beriringan.” Ucap Hamartoni, Bupati Lampung Utara.
Melalui lantunan dzikir, doa, serta pembacaan manaqib para wali Allah, kita kembali diingatkan pada jejak kehidupan para ulama dan auliya yang telah mewariskan keteladanan tentang keikhlasan dalam beribadah, kesederhanaan dalam menjalani kehidupan, kesabaran dalam menghadapi ujian, serta ketulusan dalam mengabdi kepada Allah SWT. dan kepada sesama.
“Karena itu, Manaqib Kubro dan Dzikir Akbar seperti yang kita laksanakan pada malam hari ini, bukan hanya menjadi sarana untuk memperkuat iman dan ketakwaan, tetapi juga menjadi ruang untuk menyucikan hati, mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkokoh tali silaturahmi, serta menumbuhkan kembali semangat kebersamaan di tengah kehidupan masyarakat.” Jelas Bupati.
(beben)
