Lampung Utara, Lensalampung.co – Persiapkan pemimpin bangsa Berakhlakul Karimah, Pimpinan Pondok Pesantren Walisongo Drs. H. M. Nurullah Qomaruddin, AS.,M.H., dirikan Arriyadl Global Islamic Boarding School Blambangan Lampung Utara.
Diuraikan Hi.Qomarudin, di Arriyadl Global Islamic Boarding School para santri di didik dengan maksimal dengan moral dan rasa tanggung jawab yang tinggi. Sehingga kelak saat menjadi pemimpin, mereka mampu menjadi Pemimpin yang menjunjung kejujuran tinggi.
“Arriyadl Boarding School ini sekolah yang mempersiapkan para Pemimpin Bangsa, berkualitas dari segi keagamaan. Santri-santrinya adalah santri terbaik yang di seleksi di Pondok Pesantren Walisongo. Kita harus mempersiapkan para Pemimpin Bangsa tidak hanya pintar tapi juga berakhlakul Karimah, untuk itu kita dirikan Arriyadl ini,”ujar KH. Qomaruddin, Kamis 1 Oktober 2026.
Masih jelas dia, setiap Santri yang sudah belajar di Arriyadl Boarding School sudah melalui seleksi ketat terlebih dahulu. Jadi nanti ketika Arriyadl ini sudah resmi di buka untuk umum, para pendaftar harus di seleksi terlebih dahulu di pondok pesantren Walisongo.
“Jadi mereka adalah Taruna santri terbaik pilihan yang kita ajarkan untuk menjadi seorang Pemimpin. Untuk penerimaan kita lakukan secara selektif, dari tinggi dan berat badan juga di seleksi untuk masuk ke Sekolah tersebut, seperti halnya sekolah Kedinasan.” ucap dia.
Mereka yang paling berprestasi Pondok Pesantren Walisongo sudah mempersiapkan Bea Siswa kedokteran secara Gratis, bekerjasama dengan Kementerian Agama dan Luar Negeri. Bahkan sudah ada yang mendapat beasiswa di kedokteran dari Kemenag melalui Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) dan Luar Negeri. Bahkan di Arriyadl sendiri kita punya tiga orang santri yang sudah hafal Al-Quran 30 jus,” jelasnya.
Arriyadl Boarding School merupakan sekolah bernuansa Alam yang dipersiapkan secara matang dengan Gedung 5 tingkat. Dimana tingkat pertama ada 21 Kamar untuk para Pengajar, tingkat ke dua dan ke tiga untuk Kamar Santri, tingkat ke empat Ruang Kelas Santri dan tingkat ke lima Masjid. “Kita Persiapkan sekitar 12 ruang kelas, Jenjangnya untuk tingkat SMA.
Insyaallah jika semua pembangunan sudah selesai akan kita buka untuk umum,” jelasnya.
Diketahui, jumlah Santri di Pondok Pesantren Walisongo sudah mencapai 750 orang, mulai jenjang SD IT, MTs Plus, MA Plus, SMK Cendekia dan STIKES. Secara umum Qomaruddin tetap memberikan pendidikan gratis untuk anak-anak Yatim Piatu, dengan catatan anak tersebut memiliki nilai baik. Dengan artian anak tersebut benar-benar ingin bersekolah untuk menimba ilmu.
“Gratis kita kasih masuk untuk anak-anak Yatim.
Ada juga yang kita Subsidi dari Pondok Pesantren sebesar 50 Persen. Dananya dari Operasional MBG. Kita tidak ingin anak-anak kita putus sekolah apalagi tidak mendapat pembekalan ilmu agama, untuk itu ada kriteria-kriteria yang harus kita gratiskan,” tutup dia.
(beben)
