Tulang Bawang Barat, Lensalampung co — Sejumlah warga yang tinggal di sekitar dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) SPPG Kelurahan Panaragan Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, mengeluhkan dugaan pencemaran air sumur tempat tinggal mereka. Selama lebih dari sebulan, air sumur berbau menyengat dan muncul lapisan minyak, sehingga tidak lagi aman untuk dikonsumsi sehari‑hari.
Ardo, salah satu warga terdampak, menceritakan kesulitan yang dialami keluarganya.
“Sudah sebulan lebih air sumur kami bau dan berminyak, tidak bisa kami konsumsi. Kami harus pergi ke tempat lain untuk mengambil air bersih. Pernah kami temui pihak pengelola, tapi sampai sekarang belum ada upaya nyata untuk bertanggung jawab,” ujar Ardo, Jumat (30/10/2026).
Warga lain menuturkan, meski air sudah disaring dan diendapkan, mereka tetap terpaksa menggunakannya untuk mandi karena belum ada pasokan air pengganti.
Kanti, warga yang juga terdampak, sudah berulang kali berusaha berkomunikasi dengan pihak pengelola.
“Sudah saya ke lokasi tapi tidak ketemu. Saya kirim pesan lewat WhatsApp, jawabannya nanti akan diberikan pipa. Sampai sekarang limbah masih mengalir ke saluran depan rumah dan masuk ke sumur. Selain bau, kami sangat khawatir dampaknya bagi kesehatan keluarga. Kemarin hari Kamis tim Dinas Lingkungan Hidup sudah turun ke lokasi, tapi kami belum mengetahui hasil pemeriksaan. Kami butuh solusi yang jelas dan segera,” paparnya.
Warga menyampaikan tuntutan agar pengelola SPPG bertanggung jawab, misalnya dengan membuatkan sumur bor baru atau penanganan limbah yang permanen. Apabila tidak ada tanggapan dan penyelesaian, warga meminta agar operasional dapur MBG tersebut dihentikan.
“Kami minta pihak MBG bertanggung jawab. Jangan sampai pihak pengelola mendapat manfaat dari kegiatan ini, sementara kami warga sekitar yang terus‑menerus dirugikan,” tukas Ardo.
Ketika media berusaha meminta keterangan kepada Kepala SPPG dan pengelola dapur, kedua pihak tidak berada di lokasi. Udin, petugas satpam, menjelaskan bahwa pengelola sedang ke Bandar Lampung dan diperkirakan baru kembali pada Senin malam.
Hingga berita ini diterbitkan, hasil pemeriksaan tim DLH dan tanggapan resmi pengelola belum diperoleh. Media akan terus memantau perkembangan peristiwa ini. (Ari Irawan)
