Bandar Lampung, Lensalampung.co – Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Yusnadi menyoroti peristiwa ambruknya dua jembatan di Kabupaten Tanggamus dan Lampung tengah, diruang komisi, Rabu (11/2/2026).
Ia menegaskan bahwa perbaikan jembatan gantung di beberapa kabupaten, khususnya Tanggamus yang telah memakan korban harus segera mendapatkan penanganan intensif dan serius.
Yusnadi merespon cepat dan menanggapi video viral di media sosial yang memperlihatkan sebuah bus angkutan terjun ke Sungai Way Tebu, Kabupaten Tanggamus, pada 9 Februari 2026.
“Kami turut prihatin dan menyampaikan belasungkawa atas musibah yang terjadi. Peristiwa ini harus menjadi perhatian khusus dan dijadikan pembelajaran. Jembatan-jembatan penghubung masyarakat harus diprioritaskan untuk segera diperbaiki,” ujar Yusnadi.
Yusnadi juga menegaskan, insiden tersebut harus menjadi perhatian dan dilakulan antisipasi yang cukup serius bagi pemerintah Provinsi Lampung,
Menurutnya, jembatan gantung bukan sekadar infrastruktur biasa, melainkan urat nadi aktivitas masyarakat desa, mulai dari akses pendidikan, distribusi hasil pertanian, hingga pelayanan kesehatan.
Yusnadi juga mendorong adanya pendataan ulang dan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi jembatan gantung yang tersebar di sejumlah kabupaten di Provinsi Lampung.
Langkah tersebut dinilai menjadi hal penting untuk mengetahui tingkat kelayakan konstruksi serta menentukan skala prioritas perbaikan.
“Titik jembatan gantung di Lampung ini cukup banyak dan perlu menjadi bahan evaluasi. Saya berharap jembatan gantung di Tanggamus dan Lampung Tengah segera diperbaiki agar lalu lintas antar desa tetap berjalan. Intinya, dua titik ini harus segera ditangani karena kita tidak ingin terjadi musibah lain,” sambungnya.
Selain itu, Yusnadi juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintas di jembatan yang mengalami kerusakan sembari menunggu proses perbaikan.
Ia menekankan, pemerintah harus hadir memberikan rasa aman melalui pembangunan infrastruktur yang layak dan memenuhi standar keselamatan.
Dengan adanya kejadian ini, DPRD Provinsi Lampung berharap ke depan tidak ada lagi insiden serupa, serta memastikan akses penghubung antarwilayah tetap aman dan mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pedesaan.
(san)