Tubaba, Lensalampung.co – Anggaran belanja pakaian kepala daerah Bupati dan Wakil Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba) tahun 2025 nampaknya terjadi penyimpangan bermodus pembengkakan pagu anggaran.
Pasalnya dalam sistem informasi tertera anggaran belanja pakaian dinas yang dikenakan Bupati Novriwan Jaya dan Wakil Bupati Nadirsyah mencapai Rp 164.000.000. Namun belanja diakui pejabat Sekretariat Bagian Umum hanya habis bekisar seratusan juta.
Pengakuan tersebut seperti dikatakan Rita selaku Analis Perencanaan Bagian Umum saat dikonfirmasi wartawan pada Rabu, 14 Januari, 2026.
“Baju dinas Bupati kurang lebih sekitar Rp.50.000.000, Wakil Bupati juga, Anggaran yang tayang di RUP itu anggaran kotor, yang real ada di Inaproc, tapi selisihnya tidak siginifikan,” pengakuan Rita.
Meski diakuinya selisih tidak signifikan antara pagu dengan belanja, namun faktanya justru berbalik dengan yang dikatakan dia.
Buktinya, belanja dengan pagu yang tersedia terjadi selisih hingga puluhan juta rupiah, fakta itu jelas memunculkan indikasi lebih anggaran yang memungkinkan terjadinya penggelembungan dana, hingga berujung penyimpangan alias mark up anggaran.
Selain pakaian mahal yang dikenakan Novriwan Jaya dan pasangannya Nadirsyah, juga terdapat paket yang seolah diluar nalar hingga mungkin memicu tanda tanya publik.
Paket itu misal pada belanja sovenir hingga ratusan juta atau sekitar setengah milyar, juga belanja makan minum jamuan tamu Bupati yang dianggarkan Rp 500.000.000 lebih.
Namun, Rita yang didampingi Yusri Akil selaku Kepala Bagian (Kabag) Umum itu kembali menerangkan nominal yang berbanding jauh, tidak selaras dengan data yang ditampilkan.
Walaupun begitu, Rita mengaku dari dana yang dimiliki terdapat sisa yang telah dikembalikan ke kas daerah Pemkab Tubaba.
“Sovenir dianggarkan Rp 175.000.000. ada anggaran sisa yang tidak habis, sudah dikembalikan, tapi berapa Silpanya lupa saya,” kilah Rita pada wartawan.
Anehnya lagi, contoh dua paket dari beberapa aitem lainnya tersebut nampak tertuang berulang kali dengan pagu yang berbeda-beda, namun tetap bernominal fantastis yakni ratusan juta.
Jika benar realisasi demikian, nampaknya tumpang tindih anggaran terjadi dengan realisasi kegunaan yang sama.
Lantas perihal menjamu tamu tersebut akankah mereka dihidangkan dengan makanan bak diresto berbintang?, jawabnya mungkin demikian, sebab itu merupakan belanja habis pakai yang tak meninggalkan bekas layaknya barang fisik.
Lalu, apa sikap maupun tanggapan Novriwan Jaya dan Nadirsyah perihal pakaian yang dikenakannya bertugas kini justru muncul gejolak?.
Guna mengetahui jawabannya, hingga kini Jum’at , 16 Januari, 2026 wartawan masih berupaya melakukan konfirmasi kepada orang nomor satu di Kabupaten berjuluk Ragem Sai Mangi Waway itu.
(Jalal)