Tubaba, Lensalampung.co – Meningkatnya curah hujan yang begitu tinggi bisa mengakibatkan kerusakan baik jalan, jembatan ataupun pemukiman.kali ini akibat meningkatnya debit air dibeberapa wilayah kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) hingga membuat jembatan penghubung tiyuh Gunung Katun Malai menuju tiyuh Gunung katun Tanjungan kecamatan Tulangbawang udik putus karena pondasi jembatan tersebut tergerus oleh air sungai yang banyak dan deras.Rabu (10/12/25)
Jembatan way nuri dibangun sekitar tahun 1980 itu kini tenggelam dan harus diperbaiki karena jalan ini merupakan jalan poros atau utama, sementara saat ini pengendara harus berputar jauh karena aksesnya lumpuh total.
Kepala Dinas Bina Marga Bina Konstruksi (BMBK) provinsi lampung M.Taufiqullah saat meninjau lokasi jembatan mengatakan,” selama kurun waktu kurang lebih 20 hari kedepan kita akan melakukan upaya perbaikan sementara pada jembatan ini.mengingat ini merupakan jalur utama jalan penghubung yang memang milik pemerintah provinsi lampung.” kata Taufiq
Lebih lanjut Taufiq menjelaskan,” alhamdulilah hari ini bersama pak bupati kepala dinas PUPR,ini adalah jembatan provinsi namanya jembatan way kali nuri begitu kita mendapatkan informasi kita langsung turun kelokasi,karena sangat khawatir akan keselamatan warga.
Untuk saat ini langkah yang akan dilakukan adalah membuat jembatan sementara,dan hanya bisa dilewati kendaraan biasa atau yang bermuatan ringan.mengenai pembangunan yang permanen akan kita kerjakan pada tahun 2026 mendatang.” janjinya
” Jembatan ini dibangun dari tahun 1980 jadi sudah berusia sekitar 45 tahun jadi wajar saja jika sudah mengalami kerusakan dan tentu akan kita perbaiki,jenis semi permanen.” lanjutnya
Ditempat yang sama Bupati Tubaba Novriwan Jaya menyampaikan,” ucapan terima kasih kepada pak Gubernur Lampung melalui Dinas BMBK yang telah sigap atau bergerak cepat kelokasi jembatan ini,saya meminta juga kepada pihak pemerintah tiyuh juga turut serta membantu pembanguan jembatan ini supaya proses perbaikannya dapat lebih cepat seperti gotong royong.karena kata pak kadis BMBK tadi kalau perkiraan pengerjaannya 20 hari ketika kita masyarakat membantu akan lebih cepat lagi selesainya,sehingga bisa kembali digunakan.” pintanya
” Mudah-mudahan untuk wilayah tubaba kita do’akan kejadian ini pertama dan terakhir,semoga tak ada lagi musibah yang lainnya.sampai saat ini belum ada laporan terkait musibah di tempat lainya.” tutupnya.
(Joni)