Bandarlampung, Lensalampung.co – Pemerintah Provinsi Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengaktifkan Posko Pusdalops 24 jam untuk memantau perkembangan cuaca dan potensi bencana di Lampung sendiri. Pemantauan dilakukan melalui satelit cuaca dan pembaruan real time BMKG.
Kepala BPBD Lampung, Rudy Sjawal Sugiarto menghimbau masyarakat untuk update soal informasi perkiraan cuaca di situs resmi BMKG dan BPBD agar lebih siap ketika kemungkinan curu
” Kita telah mempersiapkan kesiapsiagaan berbasis informasi aktual dinilai sangat penting mengingat musim hujan telah memasuki fase intensif,” Ujar Kalak BPBD Lampung. Selasa (2/12/2025)
Rudi juga menambahkan, pihaknya juga akan akan mengirimkan 50 relawan terlatih ke tiga provinsi terdampak bencana di Sumatera. Relawan tersebut dibagi berdasarkan kualifikasi untuk mendukung operasi tanggap darurat di lapangan.
“BPBD juga meningkatkan koordinasi dengan TNI-Polri, Forum Relawan, serta Forum Pengurangan Risiko Bencana untuk menghadapi puncak musim hidrometeorologi pada awal 2026. Berbagai rapat koordinasi telah digelar untuk menyelaraskan respons lintas instansi,” jelasnya
Rudy menyebut Lampung telah memiliki rencana kontingensi banjir sejak 2022 yang menjadi pedoman evakuasi dan penanganan ketika terjadi bencana. Simulasi evakuasi juga sudah dilakukan di sejumlah daerah yang masuk zona merah hidrometeorologi.
Zona rawan hidrometeorologi, kini hampir mencakup seluruh kabupaten/kota di Lampung seiring meningkatnya curah hujan sejak Oktober. BPBD meminta masyarakat tetap waspada dan tidak mengabaikan potensi bencana.
“Lampung juga mengajukan dukungan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk pemanfaatan teknologi modifikasi cuaca jika terjadi hujan ekstrem merata. Selain itu, Lampung akan menerima bantuan delapan unit kendaraan operasional untuk memperkuat respons bencana,” pungkasnya. (San)