Tubaba, Lensalampung.co – Pertolongan pertama saat melakukan evakuasi korban di permukaan air seperti banjir atau tenggelam tentu menjadi tugas utama bagi petugas penyelamatan yang dinaungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), setidaknya ada 10 personel BPBD dinamakan Tim Reaksi Cepat (TRC) yang bertugas mengemban tanggung jawab dalam upaya penyelamatan semacam ini.
Saat melakukan tugas, situasi urgent atau mendesak genting sudah pasti menjadi momok bagi setiap petugas. Oleh sebab itu saat beraksi, meraka harus tetap tenang, fokus, dan profesional.
Untuk meningkatkan profesionalitas ketika evakuasi, 10 personel TRC BPBD Tubaba ini dilakukan ‘pelatihan pertolongan di permukaan air (water rescue)’ sebagai upaya peningkatan kapasitas mereka.
Pelatihan dijadwalkan selama 3 hari sejak Selasa, hingga Kamis, 27 November, 2025. Berlangsung di Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A, Bandar Lampung.
Selama 3 hari itu, mereka digembleng belajar mulai dari pemanasan peregangan otot, teknik renang, merakit perahu karet hingga pengoperasiannya dan cara penyelamatan korban dengan benar secara prosedur.
Plt. Kepala Pelaksana BPBD Tubaba Sadarsyah, SH., MT melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Tubaba Mirra Desthari Desthari Thiodorra menegaskan kepada anggota TRC agar benar-benar menyerap setiap ilmu saat pelatihan berlangsung.
“Anggota TRC jangan anggap pelatihan ini main-main, karena saat evakuasi yang kita pertaruhkan adalah keselamatan masyarakat juga diri sendiri. Maka harus serius dalam pelatihan ini,” tegas Dorra pada personel TRC.
Usai menjalani pelatihan, Rendi salah seorang personel TRC Tubaba mengaku pada wartawan banyak mendapat wawasan baru saat bertugas melakukan evakuasi korban.
“Saat pelatihan kami diajarkan cara-cara yang benar dan profesional mulai dari penyisiran tempat hingga melakukan evakuasi korban, baik korban selamat maupun korban yang sudah meregang nyawa,” kata Rendi saat dikonfirmasi pada Jum’at, 28 November 2025.
Meski telah diajarkan prosedur evakuasi dengan benar, namun Rendi berharap tidak terjadinya bencana alam alam kejadian tidak diinginkan lainnya di Tubaba.
“Kami tim TRC akan siap 1×24 jam dalam mengemban aman melakukan penyelamatan. Tapi saya berharap, tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan menimpa warga,” tandanya. (Jalal)