TULANG BAWANG, Lensalampung co — Ditengah kesulitan masyarat, nampaknya justru jadi peluang bagi para rentenir mencari peruntungan. Tak sedikit dari masyarat harus terjebak pinjaman dengan bunga yang terbilang ‘edan’.
Seorang rentenir berinisial JP (55) terpaksa di laporkan Ahmad S dan Istrinya Susi ke Polisi lantaran melakukan kekerasan verbal, dengan melakukan intimidasi dengan menunjukan senjata tajam jenis badik sembari mengancam melakukan pembunuhan.
Aksi para lintah darat itu juga termasuk sudah diluar batas kemanusiaan. Pasalnya pelaku datang tak hanya seorang diri namun membawa serembongan preman yang diduga orang sewaan JP.
Sejumlah orang masuk kedalam rumah Ahmad S sembari berteriak dan dengan arogan mencari Ahmad S meminta untuk segera membayar uang Rp. 120 Juta,para oknum itu juga dengan sengaja terlihat memperlihatkan senjata tajam yang diselipkan dipinggang mereka.
Perbuatan para pelaku dilihat para anak-anak korban, akibat perbuatan pelaku salah satu anak korban mengalami trauma. Dia kerap ketakutan ketika ada mobil yang datang kerumah mereka.
Tak terima dengan perbuatan arogansi para pelaku, setelah mendapat cerita dari anak – istri serta tetangganya setelah ia pulang kerumah kerumah Ahmad S bersama istri dan kuasa hukumnya akhirnya mendatangi Polres Tulang Bawang membuat pengaduan.
Diceritakan Ahmad S, bahwa hutangnya tak sebanyak yang JP tuduhkan. JP selalu melipat gandakan pinjamannya secara sepihak, alhasil alhasil pinjaman terus merangkak dan mencapai jumlah tak wajar.
“Hutang saya dengan rentenir yang sesungguhnya, hanya Rp 43.500.000, dan sudah saya bayar pokok dan melebihkan sebagai bunganya, dengan asumsi hutang akan dianggap lunas, maka saya transfer Rp. 50 jt,”kata Ahmad S.
Kejamnya, lanjut Ahmad S pihak rentenir, tetap memaksa saya harus membayar kembali sejumlah Rp. 70 jt, sementara kondisi keuangan keluargannya benar-benar tengah memprihatikan, dan tak mampu memenuhi permintaan kembali uang sebesar Rp. 70 juta.
Karena tak kunjung membayar JP datang kerumah dengan beberapa orang preman,sembari melakukan intimidasi dan pengancaman akan membunuh di depan anak-anaknya yang masih kecil, sampai anaknya mengalami ketakutan luar biasa.
Tidak sampai disitu, setelah waktu terus berjalan akhirnya JP melakukan penyitaan asset kios warung yang dijaminan, telah dipasang papan benner pengumuman sebagai hak miliknya, dia juga diduga menggunakan jasa dua orang preman yang juga pernah datang kerumah melakukan pengancaman.
“Saya berharap ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum, karena masalah ini juga sudah saya laporkan resmi ke Polres Tulang Bawang dan Polres Tulang Bawang Barat yg saat ini sedang dalam proses penyidikan,” tutup Ahmad.
Menurut informasi yang berhasil dihimpun, JP memang dikenal kejam dalam menjalankan bisnisnya membungakan uang, dia juga diduga memiliki backing oknum aparat yang masih merupakan bagian keluarganya.
Selain Ahmad S, masih banyak lagi korban-korban lainnya dari rentenir JP, bahkan ada seorang warga yang sampai bunuh diri karena diduga stress akibat rumahnya disita oleh preman -preman suruhan JP. (*)