Lensalampung.com, Tubaba – Belanja Dana Desa (DD) Tiyuh Sumber Rezeki, Kecamatan Gunung Agung, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) yang dialokasikan tahun 2024 lalu kini menjadi polemik masyarakat.
Soal polemik realisasi DD tahun lalu itu yakni pemeliharaan atau peningkatan jalan usaha tani berpagu anggaran Rp.66.860.000.
Sembari meminta identitasnya tidak di publikasikan, seorang pria paruh baya warga sekitar menilai realisasi pekerjaan infrastruktur tersebut menghasilkan kualitas yang minim, alias tidak maksimal.
“Kalau penilaian saya jalan ini ya kurang bagus mas, mungkin karena batu material kurang tebal, kalau tipis seperti inikan jadi mudah amblas, juga kurang padat,” kata pria itu saat dijumpai wartawan pada Kamis, 27 Maret, 2024.
Dengan pekerjaan demikian, pria ini menganggap jika anggaran puluhan juta rupiah tersebut tidaklah sesuai dengan hasil yang ada.
“Iyaa sepertinya kebayakan kalau sampai Rp.66.680.000 bisa habis uangnya. Harapan warga apapun pembangunannya ya dibangunkan sesuai anggaran yang ada supaya kualitasnya bisa bagus. Kalau minim kualitas, nanti baru dibangun udah rusak lagi, jadi buang-buang uang saja,” tandas pria tersebut sembari pamit meninggalkan wartawan.
Diketahui, peningkatan jalan usaha tani di suku 2 Tiyuh setempat ini sepanjang 200 meter dengan kelebaran 3 meter persegi.
Atas pernyataan warga ini, diduga pembangunan infrastruktur itu terjadi kelebihan pembayaran atau malah terjadi mark-up yang dapat berujung pada tindak pidana Korupsi.
Selain jalan usaha tani ini, Pemerintah Tiyuh Sumber Rezeki juga tahun lalu telah membangun jalan lapen sepanjang 425 meter, kelebaran 3 meter berpagu Rp174.940.000.
Dari data yang dihimpun wartawan, DD Tiyuh Sumber Rezeki juga dihabiskan guna belanja ketahanan pangan hingga puluhan juta rupiah, kemudian pengelolaan dan pembuatan jaringan komunikasi informasi lokal Tiyuh Rp 4.500.000, lalu penyelenggaraan posyandu Rp 6.000.000, kemudian pelatihan atau penyuluhan kepada masyarakat di bidang Hukum Rp 5.000.000, serta ada pula guna operasional kantor pemerintah Tiyuh berikut BPT-nya dan pembagian BLT pada masyarakat.
Namun, hingga berita ini ditayangkan Saipul Kepala Tiyuh Sumber Rezeki itu belum memberikan komentar lantaran saat dijumpai wartawan dikantor, dia tidak berada diruang kerjanya.
Tidak cukup disitu demi keberimbangan pemberitaan, wartawan juga telah melakukan konfirmasi via udara (WhatsApp), sayangnya kontak orang nomor 1 di Tiyuh Sumber Rezeki itu juga tidak aktif. (JalaL)