Mesuji, Lensalampung.co – Dugaan buruknya Manajemen Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mesuji dalam pengelolaan kendaraan alat berat milik pemerintah Kabupaten Mesuji kian menguat.
Banyaknya kendaraan alat berat yang rusak dan mangkrak di gedung Alkal Mesuji rupanya berdampak pada minimnya retribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) kabupaten setempat.
Dari penelusuran media ini, realisasi PAD Dari sewa kendraan alat berat milik Pemda Mesuji sangat jauh dari target yang ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat. Bahkan minimnya realisasi retribusi PAD dari penyewaan kendaraan alat berat tersebut sudah terjadi dari tahun ketahun yang mendakan tidak adanya upaya perbaikan manajeman pengelolaan kendaraan alat berat oleh Dinas PUPR Mesuji.
Berikut realisasi dan target dari retribusi kendaraan alat berat milik Pemda Mesuji dalam lima tahun terakhir berdasarkan sumber keuangan pemerintah daerah.
-Tahun 2020,
Target : Rp.500.000.000
Realisasi : Rp.486.335.919
-Tahun 2021
Target : Rp.1.000.000.000
Realisasi : Rp.173.224.888
- Tahun 2022
Target : Rp.1.000.000.000
Realisasi : Rp.292.254.000 - Tahun 2023
Target : Rp.2.000.000.000
Realisasi : Rp.74.881.304 - Tahun 2024;
Target : Rp.1,500,000,000.00
Realisasi : Rp.328,706,017.00
Minimnya retribusi dari PAD sewa kendaraan alat berat berbanding terbalik dengan anggaran perawatan yang telah digelontorkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Mesuji. Ya, anggaran untuk perawatan kendaraan alat berat yang dikelola oleh PUPR Mesuji ternyata jumlahnya cukup besar yakni mencapai Rp 1,9 Milyar pertahun.
“Anggaran untuk perawatan, alat berat, baik itu Pibro, Greder, Exsapatordi, Damtruck dan Mixer di Alkal PU, Rp 1,9 Milyar kalau tahun 2024. Tahun ini dan tahun sebelumnya sepertinya sama tidak berubah,” ujar Maksum Kepala Bidang Anggaran BPKAD Mesuji, kepada media ini, Kamis 30 Januari 2024.
Anehnya meski anggaran perawata terbilang besar. Masih saja banyak kendaraan alat berat yang rusak dan mangkrak. Dinas PUPR Mesuji lagi-lagi belum dapat dikonfirmasi ihwal carut marutnya pengelolaan alat berat milik Pemda Mesuji tersebut.
Saat media ini mendatangi Kantor Dinas PUPR Mesuji, baik Kepala Dinas, Sekretaris maupun Kepala Bidang Bina Marga sedang tidak mengantor.
“Pak Kadis dengan Pak Sekretaris sedang layat di blitang. Kalau pak Kabid dari pagi saya tidak lihat. Tidak ada keterangan,” ujar salah satu staf PUPR Mesuji singkat (Ishar)